Cara Mengobati Diabetes Kering

Cara Mengobati Diabetes Kering

 

Cara Mengobati Diabetes Kering

Cara Mengobati Diabetes Kering

 

Apa Itu Diabetes Kering ??

Diabetes kering merupakan bagian dari gangguan diabetes yang mana hal tersebut ditandai dengan kondisi tubuh penderita diabetes terlihat kurus dan kering. Diabetes kering merupakan tanda awal timbulnya diabetes tipe 2, dimana insulin dalam tubuh penderita sudah mengalami kerusakan sehingga mengakibatkannya kebal terhadap kandungan glukosa dalam darah. Dalam kasus ini, insulin tidak mampu lagi untuk mengkonversi gula dalam darah menjadi glikogen yang pada akhirnya dapat menimbulkan peningkatan kadar gula dalam darah melebihi batas normalnya, yaitu 150 mg/dl.

Ciri-ciri Penderita Diabetes Kering

Seseorang yang memiliki tanda-tanda atau ciri-ciri dibawah ini harus waspada, siapa tahu ia sedang mengalami gangguan diabetes jenis ini. Diantara ciri-ciri tersebut ialah :

  • Seorang penderita diabetes kering akan mudah merasa kelaparan. Hal ini disebabkan karena terjadinya peningkatan glukosa yang tidak dapat disalurkan ke seluruh sel-sel dalam tubuh.
  • Meningkatnya rasa haus serta frekuensi dalam buang air kecil yang disebabkan oleh terbuangnya jumlah glukosa melalui urine tanpa melalui proses penyaringan yang normal.
  • Mulut terlihat kering yang disebabkan oleh dehidrasi yang berlebihan
  • Timbulnya bau mulut pada nafas penderita yang disebabkan adanya hasil pembakaran lemak bersama aseton sebagai sumber energi yang menghasilkan keton, yaitu zat yang baunya menyerupai buah-buahan.
  • Penglihatan menjadi kabur yang terjadi akibat tingginya kadar glukosa dalam darah yang dapat mempengaruhi mata.
  • Timbulnya rasa pegal pada bagian otot yang disebabkan oleh dehidrasi.
  • Badan menjadi mudah lemah, letih, maupun lesu
  • Timbulnya luka pada bagian kulit yang sulit untuk mengering
  • Terjadi pembengkakan pada kaki
  • Kulit gatal-gatal
  • Mudah mengantuk
  • Berat badan yang terus menurun
  • Sakit kepala

Penyebab Diabetes kering

Beberapa penyebab terjadinya diabetes kering antara lain adalah :

  • Pola makan yang tidak teratur, yaitu seperti mengkonsumsi makanan yang terlalu manis, makanan ringan, soft drink, maupun jenis junkfood lainnya.
  • Mengalami gangguan bahaya obesitas (kelebihan berat badan)
  • Faktor genetik atau keturunan
  • Penggunaan obat-obatan berbahan kimia
  • Kurang beristirahat dan berolahraga
  • Stress

Pencegahan Diabetes kering

Berikut ini cara untuk mencegah dan mengontrol diabetes kering :

1. Mengontrol gula darah

Hal ini dapat dilakukan dengan cara :

  • Melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin
  • Mengkonsumsi obat-obatan antidiabetes

2. Selalu menjaga asupan makanan

Menjaga asupan kalori dalam tubuh merupakan langkah yang penting untuk mencegah timbulnya diabetes kering. Asupan makanan yang mengandung kalori berlebih dapat menimbulkan obesitas yang menjadi salah satu penyebab gangguan ini. Untuk itu, sebaiknya menghindari konsumsi makanan ataupun minuman yang terlalu manis.

3. Berolahraga secara teratur

Dengan melakukan kegiatan olahraga secara teratur dapat membantu untuk mempertahankan berat badan normal, sehingga terhindar dari gangguan obesitas. Selain itu, olahraga juga dapat membantu mengontrol kadar gula dalam darah.

4. Menghindari stres

Stress memiliki peranan yang tak kalah besar terjadinya gangguan diabetes, yaitu memicu resistensi insulin sehingga kadar gula menjadi tidak terkontrol. Selain itu, penyebab stress juga dapat meningkatkan resiko obesitas, serta tekanan darah tinggi.

5. Menghindari rokok

Bahaya merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes kering. Untuk itu, sebaiknya menghindari kebiasaan tersebut.

Pengobatan Diabetes Kering

Berikut tips cara untuk mengatasi diabetes kering ada beberapa cara, seperti :

1. Mengkonsumsi makanan sehat

Sangat penting bagi penderita diabetes untuk lebih memilih konsumsi bahan makanan yang kaya akan kandungan serat seperti buah-buahan, sayuran, maupun biji-bijian. Sumber makanan kaya serat biasanya memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga dapat membantu mengontrol kadar gula dalam darah.

2. Melakukan aktivitas fisik secara rutin

Seorang penderita gejala diabetes sangat dianjurkan untuk selalu rutin melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga untuk membantu menurunkan kadar gula dalam darahnya. Latihan tersebut dapat berupa aerobik ringan, berenang, jogging, maupun jenis olahraga lainnya.

3. Memantau kadar gula dalam darah

Terkadang, kadar gula dalam darah seseorang sangat sulit untuk diprediksi. Untuk itu, seorang penderita diabetes sebaiknya rajin untuk mengontrol gula darah ke dokter.

4. Dengan terapi insulin ( resep dokter )

Terapi ini dengan menggunakan beberapa jenis obat-obatan seperti :

  • Metformin, yaitu sejenis obat yang diresepkan dokter pada pasien diabetes yang gunanya untuk meningkatkan sensitivitas jaringan tubuh terhadap insulin sehingga tubuh dapat menggunakan insulin dengan lebih efektif. Selain itu, obat ini juga dapat menurunkan produksi glukosa pada organ hati. Penggunaan obat ini bisa menimbulkan efek samping seperti mual dan diare.
  • Sulfonilurea, yaitu jenis obat yang berguna untuk meningkatkan jumlah produksi insulin. Contoh obat ini antara lain glyburide (seperti DiaBeta dan Glynase), glipizide (seperti Glucotrol), dan glimepiride (seperti Amaryl). Efek samping dari obat ini adalah penurunan kadar gula serta kenaikan berat badan pasien.
  • Meglitinides, obat ini bekerja seperti sulfonilurea yaitu dengan memproduksi lebih banyak insulin. Akan tetapi sistem kerja dari obat ini lebih cepat daripada sulfonilurea. Contoh obat ini adalah repaglinide (Prandin) dan nateglinide (Starlix).
  • Thiazolidinediones, yaitu jenis obat yang dapat membuat jaringan tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Efek samping dari penggunaan obat ini antara lain adalah penambahan berat badan, peningkatan risiko gagal jantung dan patah tulang. Contoh obat ini antara lain adalah Rosiglitazone (Avandia) dan pioglitazone (Actos).
  • DPP-4 inhibitor, yaitu jenis obat yang dapat membantu mengurangi kadar gula darah, dengan efek samping yang cenderung lebih kecil. Contoh obat ini antara lain adalah sitagliptin (Januvia), saxagliptin (Onglyza) dan linagliptin (Tradjenta).
  • GLP-1 receptor agonists, yaitu jenis obat yang dapat memperlambat proses pencernaan dan membantu menurunkan kadar gula darah. Efek samping yang dapat ditimbulkan antara lain adalah mual, serta dapat meningkatkan resiko pankreatitis. Contoh obat ini antara lain Exenatide (Byetta) dan liraglutide (Victoza).
  • GLT2 inhibitor, yaitu jenis obat yang bekerja dengan mencegah ginjal dari reabsorbing gula dalam darah dan mengekskresikannya dalam urin. Efek samping yang mungkin ditimbulkan antara lain adalah infeksi ragi dan infeksi saluran kemih. Contoh obat ini adalah canagliflozin (Invokana) dan dapagliflozin (Farxiga).
  • Terapi insulin, terapi ini dilakukan sebagai pilihan terakhir dari pengobatan diabetes, yaitu dengan menyuntikkan insulin ke dalam tubuh pasien.

5. Operasi bariatrik

Yaitu operasi yang dilakukan dengan cara memotong sebagian dari usus kecil yang memiliki efek untuk menurunkan kadar gula darah. Resiko yang bisa ditimbulkan antara lain adalah kekurangan nutrisi dalam tubuh, osteoporosis, serta kematian.

Beberapa gejala penyakit gula kering yang bisa anda kenali, berikut ini daftarnya:

1. Cepat Haus dan Sering Buang Air Kecil
Apabila anda salah satu tipe orang yang mudah haus dan sering bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil, anda perlu mengecek kadar gula darah anda untuk memasikan anda aman dari penyakit gula darah. Kadar glukosa pada orang yang mengalami penyakit gula / diabetes biasanya berlebihan sehingga memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk menyerap kadar gula tersebut. Kerja berat yang dilakukan oleh ginjal ini kadang membuat ginjal tidak bisa mengimbanginya dan akhirnya melakuan ekskresi kelebihan gula tersebut melalui urin dan inilah yang memicu anda menjadi lebih sering buang air kecil.

Buang air kecil terlalu sering pada akhirnya membuat tubuh anda kehilangan banyak cairan tubuh sehingga memicu merasa cepat haus dan dehidrasi.

2. Mudah Merasakan Lelah Meskipun Tidak Melakukan Aktivitas Berat
Mudah lelah kadang dianggap sepele karena banyak sekali yang mengakibatkan orang merasa lelah. Perlu anda ketahui bahwa lelah merupakan gejala penyakit gula kering yang memang biasanya terjadi akibat suplai energi dalam tubuh kurang. Suplai energi dari makanan terganggu karena insulin tidak mampu menyerap sari makanan tersebut dari aliran darah. Mudah lelah juga berkaitan dengan kebiasaan sering buang air kecil yang menyebabkan tubuh kehilangan cairan penting yang berguna untuk beraktivitas.

3. Penurunan Berat Badan Yang Signifikan
Penurunan berat badan sering dijumpai sebagai gejala penyakit gula kering yang menyerang masyarakat. Beberapa faktor yang menyebabkan fluktuasi berat badan diantaranya berkurangnya jumlah kalori dalam tubuh, dan berkurangnya glukosa karena banyak buang air kecil. Penyakit gula darah juga menyebabkan anda merasa mudah lapar dan meskipun anda makan yang banyak, anda akan merasakan rasa lapar itu lagi karena sumber energi tidak terserap dengan baik. Penurunan berat badan juga terjadi sangat signifikan untuk penderita diabetes tipe 1.

4. Gangguan Penglihatan
Tingginya kadar gula darah menyebabkan penarikan cairan yang berada dalam sistem jaringan tubuh termasuk pada lensa mata. Gangguan yang disebabkan oleh diabetes ini menyebabkan fokus pada mata terganggu dan menyebabkan penglihatan anda menjadi kabur. Pada penyakit gula darah ringan, ssesorang tidak begitu merasakan gangguan penglihatan yang berarti namun jika tidak segera diobati maka akan terjadi kerusakan pada jaringan mata dan memicu resiko kehilangan penglihatan atau kebutaan.

5. Bila Luka Susah Sembuh
Salah satu gejala penyakit gula kering yang bisa diamati dengan kondisi fisik adalah pengataman pada luka seseorang. Pada orang yang memiliki kadar gula berlebihan akan kesulitan untuk memulihkan luka atau infeksinya. Tingkat gula mempengaruhi proses penyembuhan alami yang dilakukan oleh tubuh anda dan mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi yang terjadi.

6. Sering Kesemutan
Beberapa tahun ini kesemutan telah menjadi penanda gejala penyakit gula kering di masyarakat. Secara ilmiah hal ini memang bisa dijelaskan karena kelebihan glukosa dalam darah menyebabkan penyumbatan darah dan menyebabkan kerusakan saraf. Apabila anda sering mengalami kesemutan pada kaki dan tangan atau bahkan mati rasa pada lengan, tangan dan kaki maka anda perlu melakukan cek darah untuk memastikan kondisi glukosa dalam darah anda.

7. Kelainan pada Gusi
Beberapa kasus penyakit gula darah telah memberikan bukti bahwa terjadi penurunan kemampuan untuk melawan kuman yang masuk kedalam tubuh. Hal ini juga meningkatkan resiko pada gusi dan gigi anda. Gejalanya bisa dilihat dari pembengkakan, warna yang memerah dan kondisi gigi yang menjadi longgar.

8. Mempunyai Masalah Kulit
Gejala penyakit gula kering yang diamati pada masalah kulit memang belum sering digunakan karena beberapa hal yang perlu dipertimbangkan lagi. Masalah kulit pada dasarya dapat digunakan untuk mengetahui kondisi insulin didalam tubuh. Apabila orang memeliki kulit yang sering gatal, kering dan terjadi penggelapan pada area leher dan ketiak (acanthosis nigricans) bisa diindikasikan mengalami resistenssi insulin. Gejala masalah kulit ini masih perlu dikonsultasikan kepada dokter karena pada beberapa kasus terjadinya resistensi insulin dengan kadar gula yang normal.

9. Infeksi Jamur
Jamur bisa menjadi indikasi gejala penyakit gula darah karena pada orang yang mengalami diabetes kemampuan untuk mengatasi virus dan bakteri mulai turun. Sistem kekebalan tubuh yang tidak mampu menghadapi serangan ini membuat jamur bisa terjadi pada manusia. Infeksi yang diakibatkan jamur perlu diwaspadai terutama pada wanita yang sering mengalami keputihan. Infeksi jamur juga sering terjadi pada kulit tubuh yang lembab.

 

Beberapa hal ini bisa menyebabkan naiknya gula darah, YAITU :

1. Karbohidrat
Mengonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat atau bentuk lain dari gula bisa menyebabkan naiknya gula darah. Tubuh terkadang tak sanggup memproses karbohidrat yang terlalu banyak menjadi energi dengan cepat, sehingga tingkat gula darah bisa meningkat hanya dalam hitungan jam.

2. Kontrol insulin
Naiknya gula darah bisa juga disebabkan oleh kurangnya produksi insulin dalam tubuh. Hal ini bisa diatasi melalui diet dan aktivitas fisik, seperti memilih malahan dan olahraga.

3. Stres
Emosi juga bisa sangat berpengaruh terhadap gula darah dan menyebabkan tingginya kadar gula darah. Untuk itu, selain menjaga kesehatan fisik, sebaiknya emosi dan pikiran juga harus selalu dijaga.

4. Kurang olahraga
Olahraga secara teratur setiap hari bisa membantu mengatur tingkat gula dalam darah. Kurang olahraga, sebaliknya, juga bisa menyebabkan gula darah meningkat.

5. Infeksi, penyakit, dan operasi
Ketika mengalami sakit, infeksi, atau menjalani operasi, kadar gula dalam darah biasanya naik lebih cepat dibanding pada orang yang tidak sakit atau mengalami infeksi.

6. Obat-obatan
Mengonsumsi beberapa jenis obat herbal ALAMI aman dan terbaik untuk terapi pengobatan diabetes

Jika Anda memiliki tingkat gula darah yang tidak stabil atau diabetes, sebaiknya waspadai enam hal yang di atas.

 

Langkah Dasar Perawatan Diabetes

Pada dasarnya perawatan diabetes bisa dilakukan dengan beberapa cara. Banyak orang yang memilih jalur pengobatan dengan obat minum atau suntikan insulin. Tindakan utama perawatan diabetes meliputi beberapa tahap. Dibawah ini adalah tiga langkah utama untuk mengobati diabetes :

1. Kontrol Asupan Makanan

Penyebab diabetes tipe 1 dan 2 bagi penderitanya membutuhkan pengaturan makanan yang ketat. Banyak orang yang memilih jenis makanan tanpa mengatur porsi makan. Tindakan ini sama sekali tidak akan memberikan efek untuk perawatan. Jadi tindakan yang paling tepat adalah dengan mengatur jenis makanan, mengatur waktu makan dan mengatur jumlah porsi makan.

Makanan untuk diet terencana yang khusus ditujukan untuk perawatan diabetes juga bisa membantu penderita diabetes. Jadi keluarga yang merawat penderita diabetes bisa mengatur menu diet selama satu minggu penuh dan harus disesuaikan dengan jenis aktifitas penderita diabetes. Cara ini bisa mengurangi komplikasi dan resiko yang buruk.

2. Kontrol Obat

Obat untuk diabetes biasanya disediakan dengan sejumlah insulin yang harus terus diberikan kepada penderita diabetes. Perawatan ini bisa dilakukan untuk penderita diabetes tipe 1. Sementara perawatan juga bisa dilakukan untuk beberapa penderita diabetes tipe 2, namun tidak kepada semua penderita. Langkah perawatan ini memang biasanya membutuhkan biaya yang lebih tinggi.

3. Kontrol Aktivitas Fisik

Mengatur gerakan fisik bisa menjadi langkah pengobatan yang penting terutama untuk diabetes tipe 2. Diabetes biasanya menyebabkan beberapa penyakit komplikasi seperti serangan jantung, stroke dan hipertensi. Olahraga ringan selama 30 menit dalam setiap hari bisa menjadi salah satu perawatan yang sangat tepat.

Selain itu, bagi penderita diabetes dengan gangguan berat badan atau obesitas bisa melakukan olahraga secara rutin dan kontrol makanan yang benar.

 

Pengobatan Umum untuk Diabetes

Perawatan untuk diabetes bisa dilakukan dengan beberapa cara pengobatan. Ada 3 macam cara mengobati diabetes yang bisa dilakukan yaitu perawatan secara tradisional, perawatan herbal dan alternatif. Efek dari perawatan ini bisa berbeda-beda pada setiap orang.

Berikut ini adalah beberapa jenis pengobatan berdasarkan cara perawatan :

Pengobatan Alternatif

Pengobatan alternatif bisa dilakukan dengan gaya hidup sehat dan kondisi tubuh yang banyak mengalami perubahan. Berikut ini adalah beberapa cara pengobatan alternatif yang bisa dikerjakan.

1. Akupuntur

Akupuntur adalah pengobatan yang banyak dilakukan di China. Perawatan dilakukan dengan menusuk jarum kecil ke bagian titik tertentu untuk mengurangi rasa sakit pada penderita diabetes. Akupuntur dilakukan untuk mengatasi keluhan syaraf yang sering terjadi pada penderita diabetes. Efek dari pengobatan ini adalah untuk mengatasi kadar gula darah yang terlalu tinggi.

2. Ramuan Ginseng

Ramuan ginseng yang telah diolah menjadi minuman memiliki efek yang baik untuk mengatasi diabetes. Ginseng bisa menurunkan kadar gula dalam darah secara efektif. Kandungan berbagai jenis senyawa yang terdapat dalam ginseng bisa menjadi salah satu cara mengobati diabetes secara alami. Perawatan ini sudah dilakukan sejak lama di China.

3. Makanan yang Mengandung Magnesium

Salah satu penelitian menunjukkan bahwa kekurangan magnesium bisa meningkatkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes. Kekurangan magnesium bisa mengganggu produksi insulin pada pankeras. Untuk mengatasi masalah ini maka bisa menggunakan diet makanan yang mengandung magnesium.

Beberapa bahan yang bisa dikonsumsi adalah semua jenis sayuran hijau, kacang-kacangan dan biji-bijian. Tapi perawatan ini hanya efektif untuk diabetes tipe 2.

Pengobatan Tradisional dan Herbal (Diabetes Tipe 2)

Perawatan herbal dan tradisional dilakukan untuk menurunkan kadar gula dalam darah pada diabetes basah. Banyak jenis obat herbal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenaikan kadar gula dalam darah. jenis perawatan ini biasanya dilakukan untuk diabetes tipe 2.

Berikut ini adalah beberapa jenis perawatan herbal yang bisa dilakukan :

1. Jus Jeli Lidah Buaya

Jus lidah buaya bisa didapatkan dengan mengambil bagian tengah daging lidah buaya yang berbentuk seperti jeli. Konsumsi jus dari daging lidah buaya bisa menjadi obat yang sangat ampuh untuk penderita diabetes 2. Kandungan senyawa aktif dalam lidah buaya bisa menurunkan lemak dalam darah sehingga penting untuk menurunkan kadar gula dalam darah.

Selain itu, bahan gel lidah buaya juga bisa digunakan untuk menyembuhkan luka atau bisul pada penderita diabetes. Lidah buaya mengandung senyawa lektin, antrakuinon dan manans yang sangat baik untuk penderita diabetes.

2. Ramuan Jahe

Jahe juga bisa menjadi obat diabetes yang sangat ampuh. Jahe telah digunakan oleh sebagai obat tradisional untuk perawatan diabetes. Cara perawatan dilakukan dengan mengambil rimpang jahe segar kemudian di hancurkan kasar sehingga akan mengeluarkan zat khusus ketika direbus.

Manfaat jahe untuk perawatan diabetes adalah mengontrol kadar gula dalam darah. Meningkatkan penyerapan gula dalam darah ke otot sehingga tidak membutuhkan insulin yang terlalu banyak serta bisa mengatur kadar gula darah yang tinggi.

Pengobatan Kontrol Kadar Gula Darah

Selain melakukan perawatan dengan herbal dan cara tradisional, maka diabetes tipe 2 juga bisa diobati dengan mengatur jumlah asupan makanan. Dibawah ini adalah beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes.

1. Brokoli, Kale, Kembang Kol

Berbagai jenis sayuran seperti kale, brokoli dan kembang kol sangat efektif untuk mengatasi diabetes. Senyawa sulforaphane yang terkandung dalam sayuran tersebut bisa menyebabkan efek anti peradangan. Selain itu, sayuran ini juga bermanfaat untuk melindungi pembuluh darah sehingga penderita diabetes juga bisa terhindar dari penyakit jantung. Senyawa tersebut juga penting untuk melindungi tubuh dari sel kanker.

2. Blueberry

Buah blueberryi memang tidak mudah didapatkan. Buah ini bisa ditemukan di toko buah khusus dan menjadi salah satu buah impor. Khasiat blueberry untuk mengatasi diabetes adalah karena makanan kaya serat larut yang bisa mengontrol lemak dan meningkatkan efek tubuh yang baik terhadap pengaturan kadar gula darah.

Selain itu, ekstrak buah ini juga bisa mengatur hormon adiponekti. Hormon ini berfungsi untuk mengatur kadar gula dalam darah.

3. Ikan Salmon

Ikan salmon mengandung protein tinggi yang sangat baik untuk penderita diabetes. Ikan salmon juga sangat baik untuk mengatasi masalah pada pembuluh darah sehingga bisa mengatasi peradangan. Selain itu, ikan ini juga baik untuk mengatasi masalah stroke dan serangan jantung.

Salah satu cara memanfaatkan ikan salmon untuk cara mengobati diabetes adalah hindari memasak ikan dengan cara menggoreng. Lebih baik jika olahan ikan dengan dipanggang atau di kukus.

4. Minyak Zaitun

Minyak zaitun sangat disarankan untuk penderita diabetes. Minyak zaitun bisa mengurangi resiko diabetes 2 hingga 70 persen. Keunikan dari minyak zaitun adalah bahwa minyak yang tidak mengandung lemak jenuh ini bisa membuat perut memiliki efek kenyang dalam waktu yang lebih lama. Selain itu minyak zaitun juga sangat baik untuk melindungi tubuh dari berbagai efek kerusakan dan baik untuk mengatasi masalah penyakit jantung.

Semoga Info ini berguna dan dapat memberikan penjelasan terbaik buat Anda penderita Diabetes agar dapat menjaga gula darah selalu stabil dan makanan serta pantangan untuk penderita diabetes.

 

Cara Mengobati Diabetes Kering

You may also like...