Apa itu Hipertiroid?

Apa itu Hipertiroid?

 

HIPERTIROID adalah peningkatan hormon tiroid dalam darah. Gejala yang dirasakan antara lain rasa gemetar jari-jari tangan, tubuh lemas, jantung berdebar cepat, berkeringat banyak walaupun berada dalam suhu yang dingin, badan semakin kurus walaupun porsi makan banyak, serta pada keadaan lebih lanjut disertai diare.

Hipertiroidisme atau kelenjar tiroid overaktif adalah kondisi terlalu banyaknya hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid di dalam tubuh. Kondisi ini akan menyebabkan gangguan pada metabolisme tubuh.

 

thyroid

thyroid

Tiroid adalah kelenjar di bagian depan leher yang mengendalikan metabolisme dan fungsi normal tubuh, seperti mengubah makanan menjadi energi.

Beberapa penyebab hipertiroid antara lain adanya grave dalam autoimun, pengeluaran abnormal Thyroid Stimulating Hormon, peradangan kelenjar tiroid, asupan yodium yang berlebihan, kanker pituitari, dan pemakaian obat-obatan seperti amiodarone.

Hipertiroid ditandai oleh beberapa gejala, meski pada pasien berhiperteroid ringan tidak ada gejala. Pada pasien usia lebih dari 70 tahun, tanda dan gejala khas kemungkinan juga tidak ada. Pada umumnya, gejala-gejala menjadi lebih jelas ketika derajat hipertiroid meningkat. Pada wanita, hiperteroid ditandai oleh kurangnya konsentrasi dan gangguan haid yang tidak teratur.

Hiperteroid bisa mengakibatkan keguguran, lahir mati, cacat bawaan, hingga kematian bayi. Dampaknya bagi anak-anak, remaja, dan orang dewasa antara lain terhambatnya pertumbuhan, gondok, kerusakan fungsi mental, dan lebih rentan terkena radiasi nuklir.

Gejala-Gejala Hipertiroid

Hipertiroid direkomendasikan oleh beberapa tanda-tanda dan gejala-gejala; bagaimanapun, pasien-pasien dengan penyakit yang ringan biasanya tidak mengalami gejala-gejala. Pada pasien-pasien yang lebih tua dari 70 tahun, tanda-tanda dan gejala-gejala yang khas mungkin juga tidak hadir. Pada umumnya, gejala-gejala menjadi lebih jelas ketika derajat hipertiroid meningkat. Gejala-gejala biasanya berkaitan dengan suatu peningkatan kecepatan metabolisme tubuh.

Gejala-gejala umum termasuk:

  • Keringat berlebihan
  • Ketidaktoleranan panas
  • Pergerakan-pergerakan usus besar yang meningkat
  • Gemetaran
  • Kegelisahan; agitasi
  • Denyut jantung yang cepat
  • Kehilangan berat badan
  • Kelelahan
  • Konsentrasi yang berkurang
  • Aliran menstruasi yang tidak teratur dan sedikit

Pada pasien-pasien yang lebih tua, irama-irama jantung yang tidak teratur dan gagal jantung dapat terjadi. Pada bentuk yang paling parahnya, hipertiroid yang tidak dirawat mungkin berakibat pada “thyroid storm,” suatu kondisi yang melibatkan tekanan darah tinggi, demam, dan gagal jantung. Perubahan-perubahan mental, seperti kebingungan dan kegila-gilaan, juga mungkin terjadi.

Berikut ini adalah gejala-gejala yang biasanya terjadi pada penderita hipertiroidisme:

  • Berat badan turun tanpa alasan yang jelas.
  • Hiperaktif. Seseorang tidak akan bisa diam dan dipenuhi perasaan cemas.
  • Mudah marah dan emosional.
  • Insomnia atau kesulitan untuk tidur pada malam hari.
  • Berkeringat secara berlebihan dan sensitif terhadap suhu panas.
  • Dorongan untuk beraktivitas seksual menurun.
  • Kelemahan otot.
  • Lebih sering buang air kecil dan buang air besar.
  • Kemandulan.
  • Perubahan siklus menstruasi menjadi tidak teratur, ringan, atau berhenti sekaligus pada wanita.
  • Bagi penderita diabetes, hipertiroidisme bisa menyebabkan rasa haus dan sangat lelah.

Awalnya gejala yang muncul mungkin bersifat ringan, tapi ketika kadar tiroksin dalam darah meningkat, gejala akan bertambah parah. Semua gejala di atas mungkin tidak hanya disebabkan oleh hipertiroidisme, tapi jika mengalaminya, lebih baik Anda memeriksakan diri untuk memastikan penyebab munculnya gejala tersebut.

Mendiagnosis Hipertiroid

Hipertiroid dapat dicurigai pada pasien-pasien dengan:

  • gemetaran-gemetaran,
  • keringat berlebihan,
  • kulit yang seperti beludru halus,
  • rambut halus,
  • suatu denyut jantung yang cepat dan
  • suatu pembesaran kelenjar tiroid.

Mungkin ada keadaan bengkak sekeliling mata-mata dan suatu tatapan yang karekteristik disebabkan oleh peninggian dari kelopak-kelopak mata bagian atas. Gejala-gejala yang lebih lanjut biasanya lebih mudah dideteksi, namun gejala-gejala awal, terutama pada orang-orang yang lebih tua, mungkin tidak cukup menyolok mata. Pada semua kasus-kasus, suatu tes darah diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosisnya.

Tingkat-tingkat darah dari hormon-hormon tiroid dapat diukur secara langsung dan biasanya meningkat dengan hipertiroid. Bagaimanapun, alat utama untuk mendeteksi hipertiroid adalah pengukuran tingkat darah TSH. Seperti disebutkan lebih awal, TSH dikeluakan oleh kelenjar pituitari. Jika suatu jumlah hormon tiroid yang berlebihan hadir, TSH diatur untuk turun dan tingkat TSH turun dalam suatu usaha untuk mengurangi produksi hormon tiroid. Jadi, pengukuran TSH harus berakibat pada tingkat-tingkat yang rendah atau tidak terdeteksi pada kasus-kasus hipertiroid. Bagaimanapun, ada satu pengecualian. Jika jumlah hormon tiorid yang berlebihan disebabkan oleh suatu tumor pituitari yang mengeluarkan TSH, maka tingkat-tingkat TSH akan menjadi

Kondisi yang Menyebabkan Hipertiroid

Banyaknya hormon tiroksin yang diproduksi kelenjar tiroid dalam tubuh bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti penyakit Graves, obat amiodaron, suplemen iodine, nodul tiroid, kanker tiroid, atau tiroiditis. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing kondisi yang mungkin menyebabkan kelenjar tiroid overaktif.

  • Penyakit Graves Hipertiroidisme kebanyakan disebabkan oleh penyakit Graves. Kondisi yang terjadi akibat kelainan autoimun pada tubuh. Penyakit Graves termasuk kondisi turunan yang bisa muncul pada usia berapa pun, terutama pada wanita usia 20-40 tahun. Penyakit ini menyerang kelenjar tiroid yang akhirnya memicu meningkatnya produksi hormon tiroksin. Belum diketahui kondisi apa yang menyebabkan kelainan autoimun ini, tapi faktor lingkungan dan keturunan dianggap berperan pada kemunculan kelainan ini. Selain hipertiroidisme, penyakit Graves juga memengaruhi mata, yaitu mengakibatkan pandangan kabur dan ketidaknyamanan. Kondisi tersebut ditandai dengan bola mata yang terlihat menonjol keluar.
  • Tiroiditis Tiroiditis adalah peradangan pada kelenjar tiroid. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus. Tiroiditis akan merusak kelenjar tiroid hingga menyebabkan kebocoran hormon tiroksin, pada akhirnya menyebabkan hipertiroidisme.
  • Nodul Tiroid Nodul adalah gumpalan yang terbentuk di dalam kelenjar tiroid dan belum diketahui penyebabnya. Meski bersifat jinak dan tidak menyebabkan kanker, nodul bisa mengandung jaringan tiroid yang abnormal. Gumpalan ini berdampak kepada peningkatan produksi tiroksin dalam tubuh dan berakibat pada hipertiroidisme.
  • Efek samping obat Untuk memproduksi hormon tiroksin, kelenjar tiroid membutuhkan iodine yang terkandung di dalam makanan. Hormon tiroksin akan menjadi terlalu banyak dan  akhirnya menyebabkan hipertiroidisme jika Anda mengonsumsi suplemen iodine. Amiodaron adalah obat yang digunakan untuk mengatasi detak jantung yang tidak beraturan dan termasuk dalam kelompok obat antiaritmik. Obat ini bisa menyebabkan hipertiroidisme karena mengandung iodine, yaitu unsur yang bisa meningkatkan produksi hormon tiroksin.
  • Kanker tiroid Kanker tiroid tergolong sangat langka. Jika kanker tiroid bermula dari jaringan folikel tiroid dan sel-sel kanker mulai menghasilkan banyak hormon tiroksin, maka Anda bisa mengalami hipertiroidisme.

Selain faktor jenis kelamin dan keturunan, terdapat faktor lain yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami hipertiroidisme. Orang yang memiliki penyakit autoimun, seperti diabetes tipe 1 dan penyakit Addison, lebih berisiko terkena kondisi ini juga. Perokok cenderung menderita penyakit Graves dan secara tidak langsung meningkatkan risiko menderita hipertiroidisme.

Komplikasi Akibat Hipertiroidisme

Jika Anda menderita hipertiroidisme dan tidak ditangani, Anda berisiko mengalami komplikasi. Berikut ini beberapa komplikasi yang mungkin terjadi:

  • Oftalmopati Graves. Gangguan mata ini disebabkan oleh penyakit Graves. Gejala yang bisa muncul adalah mata kering atau mengeluarkan air mata berlebihan, penglihatan kabur dan sensitivitas berlebihan terhadap cahaya.
  • Keguguran dan eklampsia. Wanita hamil dengan riwayat penyakit Graves atau yang menderita hipertiroidisme lebih berisiko mengalami komplikasi seperti keguguran, eklampsia (kejang-kejang pada masa kehamilan), kelahiran prematur, dan bayi dengan berat badan rendah.
  • Hipotiroidisme. Dampak dari pengobatan terhadap hipertiroidisme adalah kelenjar tiroid menghasilkan terlalu sedikit hormon tiroksin dan triiodotironin. Sebagai akibatnya, terjadilah hipotiroidisme. Beberapa gejala hipotiroidisme adalah kelelahan berlebihan, konstipasi dan peningkatan berat badan.
  • Badai tiroid. Ini adalah kondisi munculnya gejala yang parah dan tiba-tiba akibat sistem metabolisme yang berjalan terlalu cepat. Ini bisa terjadi ketika hipertiroidisme tidak ditangani atau tidak terdiagnosis. Selain itu, badai tiroid bisa terjadi karena beberapa hal, misalnya infeksi, kehamilan, tidak mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, dan kerusakan kelenjar tiroid akibat cedera pada leher. Ini adalah kondisi darurat, maka jika Anda mencurigai ada orang di sekitar Anda yang mengalaminya, segera bawa ke rumah sakit terdekat. Beberapa gejalanya adalah nyeri dada, diare, demam, menggigil, berhalusinasi dan sakit kuning.
  • Gangguan jantung. Komplikasi yang serius dari hipertiroidisme berkaitan dengan gangguan jantung, seperti detak jantung cepat, kelainan ritme jantung, dan gagal jantung kongestif.
  • Osteoporosis atau tulang rapuh. Kekuatan tulang bergantung kepada jumlah kalsium dan mineral lain di dalamnya. Tubuh akan kesulitan memasukkan kalsium ke dalam tulang ketika terganggu dengan banyaknya hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid.

 

%d bloggers like this: